Sunday, December 27, 2009

Breakfast



Entah sudah berapa minggu yang lalu, gue ketemuan sama si Landak di PI. Nothing special sih, cuman ketemuan buat nongkrong, ngobrol, n makan. Hehehe...

Selama di sana kita memutuskan buat makan di Pancious. Gue sendiri belum pernah makan disana, Landak yang udah pernah, n dia cukup merekomendasikan Pancious, resto yang spesialisasinya adalah pancake. Katanya lumayan enak. Gue, yang pada dasarnya adalah omnivora, jadinya ya setuju-setuju aja. Hehehe...

Gue lupa nama makanan yang gue pesen waktu itu, yang pasti gue pesen sesuatu yang berasal dari makanan breakfast. Setelah datang, gue lihat emang nggak terlalu ajaib lah makanannya. Sayang aja porsinya kurang banyak buat gue. Wakakaka... Emang sih pancake-nya bisa ditambah, tapi kan lauknya nggak bisa. Ya sama aja bohong lah menurut gue.

So, pesanan gue adalah seperti yang ada di foto di atas itu. Biasa aja kan? Pancake 2, sosis goreng, scrambled egg, n sepotong smoked beef. Tapi yang bikin gue bingung adalah sesuatu yang ada di atas smoked beef-nya. Sesuatu berwarna kuning berminyak gitu. Apakah itu?

Ternyata sepotong nanas yang digoreng. Haish... ada-ada aja. Tapi ya sudah lah. Meskipun agak tidak umum, tapi masih acceptable kok. Jadi ya gue makan aja. Lumayan, meskipun aneh makan sesuatu yang seharusnya asam-asam segar kok kali ini jadi asam-asam gurih. Khikhikhi...

Kelar gue makan tuh potongan nanas, tiba-tiba si Landak menaruh potongan nanas yang dia punya ke piring gue. Weks... ternyata dia milih menu yang sama seperti gue tapi dia nggak mau makan nanasnya. Jadilah gue yang disuruh makan tuh potongan nanas goreng. Hieh... Foto dibawah ini adalah foto piringnya si Landak yang menunjukkan menu yang sama seperti punya gue, minus nanas goreng. Wew...
.

Selanjutnya adalah hari Kamis tanggal 24 kemarin. Hehehe... Gue lagi ke Tangerang Selatan. Trus disana gue menemukan McDonald, jadilah gue berhenti buat sarapan dulu karena gue pagi-pagi udah disana. Dari luar sih nggak ada yang menunjukkan kalau McD yang ini berbeda dengan McD yang lain.

Begitu masuk, barulah terasa ada bedanya. Kalau McD lain kan dominan warna merah n kuning. Kursi-kursi tamunya juga biasanya dibuat dari besi yang sandarannya berupa besi melengkun berwarna kuning itu kan. Nah kalau di McD yang ini, temanya tuh minimalis. Kursi-kursinya berwana putih berbentuk seperti kursi berlengan, sementara mejanya berwarna metalik.

Setelah gue ke counter-nya buat pesan makanan, gue sempet bingun karena semua makanannya kok berbeda dengan yang biasa ada di McD. Biasanya di atas counter, di belakang mas2 n mbak2 kasir kan ada display yang menunjukkan menu-menu yang ditawarkan, biasanya berupa PaHe n paket-pake lainnya yang isinya adalah burger, atau ayam goreng, disertai dengan french fries n minuman cola gitu. Nah yang ini beda, karena yang ditawarkan adalah menu McMuffin, dan dari berbagai penjelasan yang ada di display itu, ternyata yang tersedia adalah menu-menu sarapan.

Huiks? Belum pernah tuh nyobain McMuffin. Akhirnya gue pilih Egg McMuffin, n yang gue dapatkan adalah seperti di foto dibawah ini.


Lumayan kok rasanya. Yang bener-bener beda cuman rotinya (muffin) n kehadiran telur ceplok yang ada di dalam McMuffin itu, tapi secara keseluruhan sih nggak jauh beda sama burger yang biasanya ada di McD. Trus itu benda yang terbungkus kertas dengan lambang McD itu adalah kentang yang digoreng. Seperti kroket gitu cuman kentangnya nggak sampai jadi puree (bubur), jadi kentangnya masih agak kasar gitu.

Well, pergi ke Kota TangSel malah menemukan McD yang agak beda dari biasanya. Hehehe... Satu hal yang masih gue pikirin sampai sekarang adalah, itu display yang menunjukkan berbagai menu sarapan apakah akan dipajang sepanjang hari atau kalau sudah siang bakal diganti dengan display yang biasa ya? Hmm...

Lanjut lagi kemarin tanggal 26 Desember. Sayang yang kali ini gue lupa foto-foto. Hiks... Oh well.

Kemaren itu seharusnya gue janjian ketemu sama Ibu Gajah di Plaza Indonesia buat berkolaborasi, tapi sayangnya si Ibu Gajah lagi sakit batuk, n terpaksa membatalkan janjian.

Well, gue pikir daripada garing dirumah mending jalan-jalan dong. Jadilah gue coba untuk menculik Winy The Pooh, dan ternyata dia mau diculik. Gyaaa... senangnya. Kangen juga gue sama Pooh yang satu itu, karena terakhir ketemu sama dia adalah sekitar 2 hari setelah lebaran, yang mana sudah beberapa bulan yang lalu.

Seperti biasa semua dimulai di Starbucks. Hehehe... Dari situ kita makan di Pancious (yup, gue craving pancious), trus lanjut jalan-jalan bentar di Aksara (wew... semuanya mahal-mahal disana), trus lanjut mencoba makan di Pizze e Birra yang letaknya di dekat Pancious.

Gue sih suka di Pizza e Birra itu, karena pizza-nya tipis, n jenis-jenis pizza-nya aneh-aneh. Gue nyobain Wasabi-wasabi, yang sesuai dengan namanya, adalah Pizza dengan wasabi. Wakaka... Serasa makan sushi rasa Pizza.

Sayangnya gue n si Pooh keenakan ngobrol sampe lupa mau foto-foto. Huhuhu...

Kelar makan, kita turun n mampir ke Body Shop karena Pooh mau cari kado natal. Dari sana, ternyata di depan Body Shop itu ada stand yang jualan kaos-kaos batita, n si Pooh mampir sebentar buat beli hadiah untuk anak temannya.

Setelah itu kita kembali ke Starbucks. Wakakaka... Dimulai dari Starbuck, diakhiri dengan Starbucks. Khikhikhi...

Well, begitulah petualangan kuliner gue. Hehehe... Selanjutnya mau kemana ya? Hmm...

1 comment:

Unknown said...

seandainya gue bisa ikut waktu itu :( huhuhuhu...sedihnya...uhuk uhuk uhuk...masih batuk aja nih gue...jadi males mau ngapa-ngapain...