Showing posts with label just a thought. Show all posts
Showing posts with label just a thought. Show all posts

Sunday, March 15, 2009

Reuni


Reuni... Hmm... entah kenapa, gue nggak pernah bisa ngerasa sreg dengan kata itu.

Orang-orang lain sepertinya bersemangat kalau mendengar bahwa mereka diundang ke sebuah reuni, karena mereka jadi merasa masih diingat oleh teman-teman lamanya. Sementara gue... yah, gue juga merasa senang sih diundang ke sebuah reuni. Siapa sih yang nggak senang ketemu dengan teman-teman lama? Tapi sayangnya pada saat yang sama gue juga merasa jengah dengan kata 'reuni' tersebut.

Mendengar kata itu justru mengingatkan gue pada kenyataan bahwa teman-teman yang dulu bisa kita temui setiap hari, sekarang hampir tidak pernah kita temui lagi. Jangankan untuk bertemu, sekedar untuk menelepon dan mengobrol saja sudah sangat sulit untuk menyisihkan waktunya.

Sedikit banyak jadi agak menyesal, mengapa dulu waktu kita semua masih bersama, kita tidak menghabiskan waktu lebih lama lagi untuk saling berbagi. Sekarang, waktu kebersamaan itu sudah lewat. Sekarang semuanya sudah menjalani jalan hidupnya masing-masing. Ada yang berkerja di luar negeri, ada yang sibuk dengan keluarga, ada yang melanjutkan pendidikan, dan bahkan ada yang sudah pergi selamanya.

Dulu segala berita baik dan berita duka dapat kita bagi dengan mudahnya, sekarang seolah-olah tiada kalimat selain "apa kabar?" yang pantas terucap sebagai basa-basi yang sudah pasti dijawab dengan "baik-baik saja".

Itulah kenapa gue selalu mengernyit setiap mendengar kata 'reuni'. Mengapa mereka menggunakan kata itu. Dengan memasang label itu, seolah-olah kita semua mengakui bahwa kita semua sudah saling berjauhan. Apakah rasa sedih menjalani perpisahan belum cukup berat sehingga harus diberi label 'reuni' untuk membuat perpisahan kita begitu final?

Hhh...

Gue mengangkat tema ini karena tanggal 13 Maret kemarin dan juga hari ini gue menghadiri acara reuni. Tanggal 13 adalah reuni dengan teman-teman notariat angkatan 2006, sedangkan hari ini adalah reuni teman-teman S1 hukum UnTar angkatan 2001.

Satu reuni saja sudah membuat miris, kali ini gue harus menghadapi 2 reuni dalam waktu yang begitu berdekatan.

Reuni notariat ternyata cukup ramai karena dihadiri oleh hampir 1/2 angkatan gue. Selain itu reuni ini juga dihadiri oleh 2 orang dosen kita selama di notariat. Paling tidak dalam reuni ini kita lebih berkonsentrasi dalam kegiatan berbagi informasi tentang dunia notaris, jadi gue nggak terlalu tenggelam dalam suasana reuni karena berkonsentrasi mendengarkan informasi yang diedarkan.

Tetapi reuni S1 FH UnTar hari ini memang benar-benar reuni. Walaupun hanya dihadiri oleh 12 orang karena koordinasi yang tidak cukup baik, paling tidak reuni ini bisa mengingatkan kita yang hadir pada kenyataan bahwa hampir 8 tahun yang lalu kita semua disatukan oleh UnTar, dan selama 4 tahun selanjutnya kita menghabiskan waktu bersama-sama untuk mengejar gelar SH.

Namun reuni FH UnTar ini benar-benar membuat gue sadar bahwa sudah begitu banyak hal berubah dari antara teman-teman gue.

Berbagi tawa dan sekilas berita di antara kami, tapi tidak lama sudah harus berpisah lagi untuk menjalani perbedaan kami masing-masing.

Masa lalu memang selalu indah untuk diingat-ingat, namun rasa sedih ketika harus kembali ke masa kini untuk menyongsong masa depan... rasanya seperti dibangunkan dengan kasar dari mimpi yang sangat indah.

Hahaha... kelihatannya gue sedang dalam keadaan yang tidak begitu baik. Hanya hal kecil seperti reuni saja bisa membuat gue melankolis seperti ini.

Paling tidak ada satu hal yang membuat gue bisa bertahan. Gue masih punya sahabat-sahabat yang walaupun sudah tidak bertemu dan berkomunikasi, namun saat bersua tidak akan bertukar "apa kabar" kosong dan basa-basi. "Apa kabar" yang terlontar di antara sahabat adalah "apa kabar" yang tulus, menyuarkan bahwa kami memang masih peduli satu sama lain.

Gue berharap itu tidak akan pernah berubah...

Sunday, February 01, 2009

Heavens... Not A(nother) Wife!


Hhh... sudah tanggal 1 bulan Februari. Berarti entry gue di bulan Januari cuma 1 entry ya?

Bener-bener memang sudah tidak punya waktu luang lagi sepertinya gue ini. Kalau ada waktu, rasanya lebih baik dipakai untuk tidur.

Para istri-istri gue (PS2, PaDus, dan Internet) sudah pada jerit-jerit pada minta diperhatikan nih. Tapi bagaimana ya? Gue lagi terpikat ke lain hati nih...

Awalnya sih cuman fling-fling doang, tapi lama-lama jadi infatuation dan sekarang gue udah bener-bener terpikat.

Sepertinya gue bener-bener bakal nambah istri nih...

Istri yang bernama PEKERJAAN! Mwahahaha...

Gila, gue ketagihan men sama kerjaan notaris! Gila... kok bisa ya? Kadang kalo udah keenakan kerja, waktu rasanya terbang gitu aja. Makan siang, smoking, minum, dll, semuanya lewat. Beneran seperti lagi main PS2, rasanya males banget kerja di-pause dulu terus baru dilanjutin lagi selesai makan siang. Rasanya pengen dibablasin aja semuanya.

Gimana kalo gue sendiri yang jadi notaris ya? Kayanya rumah gue bisa pindah ke kantor nih. Hehehe...

Parahnya lagi, nih istri baru perlahan-lahan mulai naik pangkat nih. Dulu kan dia jadi istri ke-4 (Iye... Edna gue jadiin istri ke-5, hehehe... turun pangkat deh dia), tapi lama-lama nih istri ke-4 mulai bikin gue nggak sempet on-line, dengan kata lain dia menggeser si istri ke-3 gue.

Trus karena lembur-lembur, gue jadi nggak sempet latihan padus, jadilah PEKERJAAN menggeser si istri ke-2.

Terakhir, kamaren gue mau main PS2 gue tersayang (a.k.a istri pertama gue), gue baru nyadar kalo di atas controler PS2 gue terasa ada lapisan debu halus. Itu artinya saking gue keenakan kerja, gue nggak pernah lagi main PS2 dan jadilah tuh debu perlahan-lahan menumpuk di atas controler gue.

NNNNOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!

Gila aja, gue baru mulai ngerasaain kerja notaris bukan sebagai notaris aja udah begini, gimana kalo gue udah jadi notarisnya? Mati gue!!! Masa gue BENERAN kawin sama pekerjaan? Hieh...

Gak kebayang ntar kehidupan sosial gue juga semata-mata demi mendukung pekerjaan, seperti ngelobi-lobi, rapat2 sama klien di cafe2, semua acara nongkrong dilakukan demi pekerjaan. OMG!!! TIDAAAAAKKK!!!

Hieh...

Tapi meskipun sibuk gue masih sempet menemukan sebuah rhyme yang dipakai untuk make a wish kalau kita melihat bintang. Bunyinya seperti ini:

Star light, star bright,
First star I see tonight
I wish I may, I wish I might
Have this wish I wish tonight.

Sangat sederhana, tapi gue suka banget dengernya. Well, paling nggak lebih bagus daripada:

Hickory dickory dock
A mouse ran up the clock
The clock strike one
The mouse ran down
Hickory dickory dock

Hieh... rhyme yang gak jelas maksudnya apa. Hehehe...

Thursday, December 18, 2008

Fidelis


Hahhhhh... seminggu ini banyak banget kegiatan. Capek banget rasanya. Hiks...

Selain capek juga ada beberapa kegiatan lama gue yang jadi agak terbengkalai. Contohnya, sekarang gue jadi nggak tersedia buat ngobrol-ngobrol di tengah malem karena gue sering tidur cepet demi supaya paginya gue bisa bangun.

Hieh... kangen banget sama kehidupan malam (halah... kesannya sering pergi ke klub2 gitu, padahal sih cuman on-line atau nonton TV doang, wakaka...)

Tapi beneran deh, nggak tahu kenapa tapi udah hampir dua bulan ini kok sibuk melulu ya? Rasanya waktu jadi padat kegiatan, padahal gue kan kepinginnya bisa santai-santai. Hehehe...

Yah, nggak apa-apa juga sih. Malah enak juga kok bisa sibuk, daripada cuman bengong doang di rumah.

Gue cuman bingung aja, kok bisa kegiatan sekalinya muncul lansung seabrek-abrek. Untung aja dari semua itu nggak ada yang tumpang tindih.

Kerjaan di kantor notaris juga rasanya bener-bener seperti main game. Kenapa gue bilang gitu? Karena seperti ada level-levelnya gitu. Waktu baru masuk, kerjaan masih rada sedikit n gampang-gampang. Pritil-pritil gitu lah.

Begitu lewat 2 minggu, mulai deh bletok-bletoknya muncul. Kasus yang ribet-ribet entah gimana mulai berdatangan.

Eh, sekarang... udah naik level lagi. Udah nggak cuman kasusnya yang ribet, tapi cara-cara pemecahan kasusnya juga udah mulai beraneka ragam, cara, dan warna (lho?)

Tapi beneran, nggak ada rasa boring, karena tiap hari kerjaan beda-beda melulu. Beneran serasa nonton film seri, tiap seri ada cerita, problem n pemecahan sendiri-sendiri yang heboh-heboh nggak jelas gitu.

Well, enough about work. Sekarang gue pengen bahas sesuatu yang berhubungan dengan judul posting ini.

Fidelis...

Gue nggak ngomongin tentang nama lho. Emang sih ada beberapa orang yang bernama Fidelis, tapi gue nggak berencana buat ngomongin mereka di dalam posting ini.

Yang pengen gue bahas adalah arti kata itu.

Secara harfiah, arti fidelis hampir sama seperti arti "Felisitas", yaitu the faithful (orang yang percaya). Tapi disamping itu, terkadang fidelis juga bisa diartikan sebagai the trustworthy (orang yang dipercaya--untuk memegang rahasia).

Gue lumayan bersyukur karena sejauh ini gue sudah beberapa kali memegang peranan sebagai fidelis. Yaitu memegang rahasia seseorang untuk tidak akan pernah memberitahukan rahasia itu kepada orang lain lagi--selamanya.

Selain itu seorang fidelis juga diharapkan untuk tidak menghakimi orang yang memiliki rahasia itu, walau apapun juga jenis rahasia itu.

Yah, mungkin supaya gampangnya, bayangkan saja pengakuan dosa kepada pastur, tapi tidak pakai ada peniten-nya. Hehehe...

Gue nggak ngomongin kepercayaan dalam konteks profesionalisme lho ya. Kalo gue harus memegang rahasia karena pekerjaan, itu sih lain ceritanya. Karena memang ada beberapa pekerjaan dimana rahasia tidak boleh diumbar sembarangan, seperti dokter, pengacara, psikolog, n tentu saja notaris.

Kalau kepercayaan dalam konteks profesionalisme itu dilanggar, maka sanksinya jelas tidak mungkin hanya dimarahi orang, melainkan sudah bisa sampai dituntut pidana.

Tapi kepercayaan dalam konteks privat, seperti memegang rahasia teman, tidak punya sanksi yang seberat itu kalau dilanggar. Makanya kepercayaan yang diterima seorang fidelis semestinya adalah kepercayaan yang cukup kuat, karena kepercayaan itu tidak didukung oleh dasar atau sanksi yang kuat.

Yang repot adalah, menjadi seorang fidelis mempunyai efek yang cukup tidak enak...

Kalau yang memberikan kepercayaan atas sebuah rahasia adalah seorang teman dekat, biasanya hal itu tidak membawa efek yang tidak enak. Tapi... kalau orang yang baru kenal sebentar dengan gue dan dia sudah memperlakukan sebagai fidelis, biasanya ada efek samping tidak enak yang akan muncul.

Efek itu adalah, orang itu entah mengapa menjadi menjaga jarak dengan gue. Seolah-olah karena gue udah tahu rahasia milik dia, orang itu jadi takut kalau gue akan menggunakan rahasia itu untuk menyakiti/melawan dia.

Dulu gue lumayan sedih kalo ketemu kasus seperti itu. Karena itu kan artinya gue jadi kehilangan seseorang yang berpotensi menjadi teman gue.

Tapi sekarang gue bilang, "Well, it's their loss."

'lembaga' fidelis memang tidak memiliki basis yang resmi, tidak punya sanksi kalau dilanggar, dan juga tidak membawa keuntungan apapun kepada si fidelis. Tapi buat gue, menjadi seorang fidelis adalah sebuah kehormatan, n gue akan menjaga kepercayaan sebagai seorang fidelis dengan sebaik-baiknya.

Kadang, gue juga nggak enak kalau hanya menampung rahasia orang lain. Apalagi kalau rahasia itu relatif 'besar'. Karena sepercaya-percayanya orang itu ke gue, pasti kekhawatiran kalau rahasia itu akan gue gunakan atau bocorkan pasti akan muncul.

Maka dari itu, kalau baru dapat rahasia yang besar seperti itu, biasanya gue akan menyeimbangkan dengan memberitahukan rahasia tentang diri gue kepada orang itu. Kasarnya, tuh orang gue jadiin fidelis gue. Hehehe...

Apalagi kalau orang itu sudah gue anggep sebagai teman dekat, dan dia menjadikan gue sebagai fidelis rahasia yang sangat besar. Sudah pasti gue nggak mau kalau orang itu lalu merasa terancam sama gue karena gue tahu rahasia dia. Maka dari itu, rahasia mereka gue seimbangkan dengan rahasia gue sendiri. Jadinya gue kan nggak bisa seenaknya membocorkan rahasia dia, karena sekarang ada kemungkinan dia akan membalas dengan rahasia gue sendiri.

Beberapa orang yang baca posting ini pasti tersenyum sendiri, karena "YES, I'M TALKING ABOUT YOU!" wakaka...

Yah, untuk sementara ini gue menikmati saja posisi sebagai fidelis. Toh motto gue sebagai fidelis adalah, "received, filed, and forgotten". Jadi tenang saja dan bersyukurlah memiliki fidelis seperti gue yang pikun ini, karena rahasia lo orang aman untuk selamanya, karena gue pikun! Khikhikhi...

(to that particular fidelis colegue, it's nice meeting you again after all this time)

Friday, December 12, 2008

Never Forget To Learn How To Be Lonely


Kadang kalau ada teman atau keluarga yang ulang tahun dan kita menyanyikan lagu 'Panjang Umurnya', pernah terpikir atau tidak konsekuensi dari lagu itu kalau kiranya doa yang terkandung dalam lagu itu terkabul?

Panjang umur memang harapan banyak orang, tapi apakah berumur panjang selalu menjadi sesuatu yang baik? Sepertinya tidak. Berapa besar kemungkinan bahwa pada saat kita menyentuh usia 70 tahun, tubuh kita masih dalam keadaan cukup baik sehingga kita masih bisa menikmati kehidupan?

Kemungkinan itu agak kecil. Biasanya pada usia 50 tahunan, kita sudah mulai dirongrong oleh penyakit-penyakit metabolik, seperti Hipertensi, Diabetes, dll yang menyebabkan kita tidak bisa menikmati makanan seperti pada waktu kita masih muda. Lalu mulai usia 60-an alat gerak sudah mulai terganggu, entah osteoporosis atau rematik, tapi di usia ini kebanyakan orang sudah tidak bisa bergerak bebas.

Pada usia 70-an, mata, telinga, dan lidah biasanya sudah kehilangan 50% kepekaannya, sehingga kita mulai kesuliatan menikmati pemandangan, lagu, dan rasa makanan kesukaan kita.

Dengan semua faktor itu, biasanya pada usia 70-an manusia sudah kehilangan kemampuan untuk menikmati hidup.

Masih bisa hidup dengan sehat saja sudah merupakan sasuatu yang harus disyukuri kalau kita berada di usia itu.

Bayangkan saja, dengan keadaan-keadaan yang merupakan sebuah keniscayaan itu, kita masih dibayang-bayangi penyakit yang berpotensi untuk lebih parah dalam mengurangi kualitas kehidupan kita. Contoh paling umum adalah stroke. Kita kehilangan kontrol terhadap 1/2 bagian tubuh kita. Bagaimana kita bisa menikmati hidup kalau tubuh saja sudah tidak bisa bergerak?

Itu masih hal-hal yang berhubungan dengan tubuh. Bagaimana dengan lingkungan?

Bisakah terbayang bagaimana rasanya dikaruniai usia panjang dan tubuh sehat, tetapi kita harus menyaksikan teman-teman kita 'pergi' satu per satu.

Kalau itu belum cukup parah, dengan usia panjang, tubuh yang semakin soak, dan teman-teman yang pergi, maka kita dihadapkan pada kehidupan yang sepi.

Sedih ya?

Makanya, disarankan waktu kita masih muda untuk berlatih hidup dalam kesendirian. Bukan apa-apa, tapi kalau saat itu tiba dan kita terbiasa dengan kehidupan yang dikelilingi oleh keluarga dan teman, otak kita sudah terprogram dengan gambaran hidup bersama orang lain, begitu dihadapkan pada kesendirian pasti rasanya sama sekali tidak enak.

Salah satu cara yang paling baik adalah mencari teman yang abadi.

Yes, I'm talking about HIM. Who else?

Nggak usah gimana-gimana banget, tapi mendekatkan diri dengan yang di atas pasti akan membantu perasaan kita pada saatnya nanti kalau teman-teman manusia kita sudah pergi semua.

Oh iya, memang sih masih ada kemungkinan untuk mencari teman baru. Tapi kalau kita sudah ada di usia setua itu, berapa persen kita akan bertemu sesama dengan usia yang sama? Kalaupun ada, apakah kesehatan mereka akan cukup baik sehingga mereka bisa memulai hubungan pertemanan yang baru dengan kita?

Sedangkan kalau mencari teman di kalangan yang lebih muda meskipun bukan sesuatu yang mustahil, tapi perbedaan usia tentu saja akan menghalangi kita untuk mendapatkan pola persahabatan yang maksimal.

Hieh... memang akhir tahun bikin pikiran mellow. Yang ada, tema yang diangkat juga jadinya mellow nggak jelas. Hahaha...

Tapi bener kan? Berhati-hatilah dengan apa yang kita minta. Sesuatu yang terdengar menyenangkan secara sekilas, belum tentu menyenangkan secara keseluruhan. Oleh karena itu, berlatihlah untuk sekali-sekali hidup dalam kesendirian.

Mungkin kalau sedang berlibur, putuskan semua komunikasi dengan dunia luar. Tinggal di rumah. Bayangkan kita sudah berusia tua, tidak punya teman dekat yang masih hidup, makanan yang dibatasi, kemampuan bergerak yang sangat terbatas, dan indera yang sudah tidak bisa maksimal dipakai untuk mengidera. Perlu mental yang sangat kuat untuk mempertahankan kewarasan pada saat kita terjebak dalam keadaan itu.

Kalau tidak percaya, coba saja lakukan itu selama seminggu. Hehehe... dijamin terasa banget.

Thursday, December 11, 2008

Guru-Guru Abusive


Tadi pagi nonton berita tentang kasus penganiayaan murid oleh gurunya di Gorontalo. Waktu gue denger head line seperti itu, gue langsung kebayang kalau penganiayaan yang dimaksud ya penganiayaan seperti biasa. Maksudnya ya satu lawab satu, seorang guru menganiaya seorang murid. Entah dijotos kek, ditendang kek, digantung kebalik kek, pokoknya intinya gue kebayang korbannya cuman satu orang.

Ternyata kejadian itu terekam di kamera HP (jaman sekarang apaan sih yang nggak direkam di HP? Kayanya segalanya udah direkam) dan pas gue nonton, gue lumayan bengong. Karena ternyata yang di-abuse itu nggak satu murid, tapi banyak murid! Udah gitu kejadiannya di sekolahan pula.

Jadi kayanya sih penganiayaan itu dilakukan dalam rangka menghukum anak-anak cowok sekelas (karena gue nggak liat ada murid cewek yang ikut di-abuse).

Dan yang bikin gue bengong lagi... yang dinyatakan sebagai penganiayaan itu adalah begini. Anak-anak disuruh baris jadi satu saf, trus maju satu-satu buat ditabok mukanya sama gurunya (katanya sih guru matematika, bapak-bapak gitu).

Bisa ya penganiayaan digilir gitu? Nyebutnya apaan tuh? Penganiayaan massal? Kayanya gak cocok deh, karena jadinya kedengeran seperti Pengeroyokan massal. Jadi kesannya satu orang dianiaya rame-rame. Jadi nyebutnya apaan dong? Masa DIANIAYAAN MASSAL? Waduh... Belum pernah denger tuh awalan di- digabung sama akhiran -an.

Oh well... gue sebut aja TERANIAYA BERJAMAAH. Khikhikhi... (lo kira sembahyang, bisa dibilang berjamaah gitu?)

Tapi yang gue pengen tahu lagi, emangnya ditabok/digampar/digeplak begitu udah termasuk penganiayaan ya? Kayanya waktu gue SD dulu hukuman dari guru-guru gue masih lebih parah daripada itu deh. Masa baru ditabok aja udah penganiayaan sih? Apalagi kalo dalam tema pendisiplinan ya. Kalo tanpa alasan sih, tuh guru namanya minta ditabok balik.

Emang sih jaman sekarang masyarakat sudah menganggap bahwa hukuman badaniah sudah tidak dapat diterima seperti jaman dahoeloe kala. Tapi masalahnya, alternatifnya apaan?

Kalau bukan hukuman badan trus mau hukuman apa? Hukuman psikologis gitu? Bukannya itu lebih parah ya? Ntar kalo efeknya tuh anak-anak berubah jadi paranoid/phobic/dll, kan malah tambah repot.

Atau mau hukuman berupa tugas? Disuruh bersihin kamar mandi sekolah gitu? Waduh... emangnya bisa mempan ya? Secara di rumah masing-masing tuh anak-anak pasti pernah ngerjain tugas-tugas kaya begitu.

Masa mau hukuman ekonomis, alias denda? Lo kira jalanan, ngelanggar dikit, disemprit polisi, trus bayar denda gitu? Bisa aja sih, tapi itu sih hukuman lebih kena ke orang tua daripada... ke ... anak...

WAH...!!!

Gue setuju sama denda! Biarin aja orang tua yang kena imbasnya. Kan ntar mereka yang marah-marah ke anaknya, jadi guru nggak usah takut dibilang abusive. Hehehe... Lagipula, kalo anaknya nakal, kan artinya orang tuanya yang nggak bener ngedidik-nya, biar aja mereka kerasa batunya. (kesannya gue kontra banget sama orang tua ya? khikhikhi...)

Haduh... pusing juga ya, padahal cuman mikirin tentang hukuman buat anak sekolah doang. Lha wong guru udah dilarang untuk memukul, tapi nggak dikasih alternatif untuk menghukum, jadinya gimana? Masa cuman dikasih tahu "Kamu jangan begitu, itu namanya nakal" sambil kepala muridnya dielus-elus. MANA MEMPAN?!

Yang ada malah tuh guru dikira melakukan pelecehan seksual dengan mengelus-elus muridnya. Hieh... repot lagi.

Apa mau pake ruang detensi seperti di penjara guantanamo? Murinya dimasukin ruangan kosong yang atap, lantai, dan temboknya berwarna putih. Dikasih lampu penerang yang kuat yang warnanya juga putih dan berbunyi 'ngggggggggggggggggggggggg' (suara lampu neon kalo baru dinyalain) trus-terusan.

Dijamin efektif sih. Ruang detensi seperti itu sudah terbukti bikin psychological breakdown, tapi nggak sampe trauma. Dijamin kapok! Tapi... hmm... sepertinya ada efek samping yang gue lupa apaan dari terapi ini. Tapi apa ya? Oh well, gue lupa. Hehehe...

Satu lagi yang gue pengen tahu. Tuh guru emangnya nggak ngerasa ya kalo dia direkam gitu? Rekamannya lumayan jelas lho. Jadi udah pasti tuh HP diangkat lumayan tinggi waktu dipake buat ngerekam. Tuh guru cuman tinggal ngelirik ke kanan, nggak usah nengok, cuku ngelirik aja, dia pasti udah bisa liat tuh HP. Tapi kok bisa-bisanya dia nggak nyadar ya?

Jangan2 emang dia sengaja minta direkam, trus tuh rekaman rencananya mau dipake buat kenang-kenangan kalo ntar dia uda pensiun. "Ini lho, dulu saya pernah nabokin anak-anak cowok sekelas. Keren ya saya?" wew... psikopat.

Tapi gue setuju dengan adanya penghukuman. Untuk usaha pendisiplinan memang nggak bisa dihindari penggunaan dari sebuah sistem penghukuman. It's just common sense.

Yang jadi pertanyaan, mau pakai sistem penghukuman yang bagaimana? Untuk dunia pendidikan harus dicari sistem penghukuman yang efektif (menimbulkan rasa kapok pada murid), tapi tidak menakibatkan kerusakan fisik/mental.

Nah... ayo, para psikolog, carilah jalan yang terbaik! Kalian dididik untuk itu bukan? Kita2 yang dari dunia hukum mah cuman kenal hukuman denda, kurungan, tutupan, penjara, dan hukuman mati. Yang mana jenis-jenis hukuman itu nggak cocok buat dunia pendidikan.

Ngomongin soal hukuman... gue baru nyelesein baca komik Rurouni Kenshin (Samurai X). Konyolnya, gue udah pernah baca tuh komik sampe kelar, tapi baru sekarang gue nyadar kalo tema tuh komik adalah atonement (penebusan dosa). Khikhikhi... telat banget ya gue? Maklum, tuh komik ceritanya rada meluas kemana-mana, jadinya tema utamanya rada gampang kelupaan. Hehehe...

Oh well, kita liat lah ntar gimana perkembangan tuh kasus guru abusive itu. Apakah akan menghilang atau akan berkembang seperti kasus STPDN/IPDN.

Btw, emang bener ya korban penganiayaan Ananda Mikola itu disodomi pake sendok sama si Ananda? Kok horor banget sih dengernya? Sekarang pake sendok, ntar tambahin garpu, pisau, piring, meja, kursi, dll, tinggal tambah roti, mentega, n nasi goreng udah siap tuh buat sarapan. Wakakaka... :))

Tuesday, December 09, 2008

Sebentar Lagi...


TAHUN BARU!!!

Hehehe... itulah yang gue maksud dengan sebentar lagi.

Nggak terasa kita cuma tinggal mengarungi 1/18 bagian akhir dari tahun 2008 dan kita sudah memasuki tahun 2009. Oh my...

Sejujurnya gue nggak begitu menikmati tahun baru. Karena tahun baru identik dengan awal, awal identik dengan pagi, dan gue nggak suka pagi, jadi gue nggak suka tahun baru (logika ngaco). Meskipun penjelasannya agak ngaco, tapi gue beneran nggak gitu suka sama tahun baru.

Dibanding pagi, gue jauh lebih suka malam. Dan dengan logika ngaco macam di atas itu, karena gue suka dengan malam, itu artinya gue suka dengan akhir, dan memang gue suka dengan nuansa akhir tahun.

Seperti sekarang ini...

Pertengahan bulan Desember...

Hhh... jadi mellow...

Rasanya baru kemaren masih bulan September, tiba-tiba sudah masuk Oktober, November lewat begitu saja, dan sekarang Desember sedang berlari menuju akhir.

Heh... Time flies...

Buat gue, tahun 2008 adalah tahun yang ekstrim, dan pada saat yang sama adalah tahun yang seimbang. Di tahun ini gue mendapat kebahagiaan dan juga kesedihan yang sama-sama kuat. Benar-benar sesuai untuk karakter aquarius yang tidak mudah terkesan. Jadi tahun ini lumayan berkesan lah buat gue. Hahaha...

Tahun 2009... bagaimana jadinya ya? Kalau untuk perancanaan gue sendiri sih, tahun 2009 akan jadi tahun yang sibuk sekaligus hectic. Tapi itu semua ya tergantung yang di atas sana. Bisa saja kan gue ngerancanain buat sibuk tapi ternyata justru jadi banyak waktu kosong. Hehehe...

Gue cuman berharap tahun 2009 tidak membawa perubahan ekstrim. Gue sudah cukup dapet perubahan-perubahan ekstrim di tahun 2008, jadi gue kepengen tahun 2009 menjadi tahun untuk istirahat (meskipun tetep sibuk).

Hmm... sepertinya gue memang sudah mulai tua.

Dulu gue selalu menyambut perubahan dengan senang hati, tapi sekarang gue malah berharap untuk mendapat stabilitas.

Hahaha... dasar aquarius memang susah untuk puas.

Yah, kita lihat saja lah nantinya bagaimana.

Btw, kalian tahun baruan sudah punya rencana apa? Gue sih seperti biasa, paling tahun baruan dengan keluarga. Seperti gue bilang, gue nggak gitu suka tahun baruan, jadi tahun baru dilewati biasa-biasa saja-pun nggak problem buat gue.

Haduh... lagi nuansa mellow terus nih. Dasar akhir, tahun sering membawa perasaan seperti ini.

Udah lah, entry kali ini segini dulu sebelum gue jadi lebih mellow lagi.

Well, I'll see you when I see you.

Monday, November 24, 2008

Marketing Melalui Telepon




Your Personality Profile



You are dependable, popular, and observant.
Deep and thoughtful, you are prone to moodiness.
In fact, your emotions tend to influence everything you do.

You are unique, creative, and expressive.
You don't mind waving your freak flag every once and a while.
And lucky for you, most people find your weird ways charming!



Tadi pagi bangun, n setelah kelar mandi langsung nonton TV. Gue nonton berita tentang jam masuk sekolah yang dimajukan jadi jam setengah 7 setiap harinya.

Wew... untung gue bukan anak sekolah lagi. Gak kebayang harus udah ada di sekolah jam setengah 7. Bisa-bisa gue jadi zombie gara-gara ngantuk setiap hari. Hehehe...

Tapi bukan itu yang pengen gue bahas dalam entry hari ini. Yang pengen gue bahas, sesuai dengan judul, adalah marketing yang dilakukan melalui telepon.

Well, gue nggak bisa bilang bahwa gue sepenuhnya keberatan dengan cara marketing seperti itu sih, tapi harus diakui kalau sistem itu bisa dibilang mengganggu orang yang ditelepon (dalam hal ini, gue).

Kejadiannya tadi siang sekitar jam 3. Gue n temen-temen gue lagi kelimpungan karena ternyata ada kesalahan dalam akta yang baru ditandatangani pagi hari tadi. Ada satu ayat yang missing in action.

Dalam akta notaris, kalau ada kesalahan satu huruf saja, kesalahan itu harus diperbaiki di hadapan orang-orang yang minta dibuatkan akta, dan orang-orang itu harus memberikan paraf di bagian yang diperbaiki itu. Kebayang dong hebohnya waktu kita nyadar bahwa ada satu ayat yang menghilang? Udah gitu orang yang berkepentingan sudah pulang pula. Akan amat sangat tidak lucu kalau orang itu disuruh balik lagi untuk paraf bagian yang diperbaiki.

Jadilah kita heboh berusaha memperbaiki akta itu tanpa merubah susunan akta secara keseluruhan dan juga tanpa merusak kekuatan legal akta itu. Haduh, udah persis seperti main puzzle yang super ribet!

Pas kita berempat lagi kebakaran jenggot gitu, tiba-tiba HP gue bunyi. Nomor yang muncul di layar HP adalah nomor yang tidak dikenal. Setelah gue angkat, terdengarlah suara seorang mbak yang bertanya:

"Halo, dengan saudara Dito?"

"Iya."

"Mas Dito, saya dari Fitness A, ingin memberi kabar gembira bahwa anda telah mendapatkan kartu anggota VIP di fitness kami."

DHHHUUUUUAAAAARRRRRR!!!!

Gila... kepala gue udah senut-senut gara-gara akta yang ribet kaya teka-teki, eh sekarang malah ini mbak satu malah nawarin kaya begituan. Kalo bukan gara-gara takut dibilang gak sopan, mungkin udah langsung gue putus tuh telpon.

Akhirnya terpaksalah gue ladenin tuh mbak,

"Memangnya tempat fitness-nya dimana ya Mbak?"

"Kami cabang Fitness A di daerah Gading Mas."

Gile aje... gue kerja di Sentul, rumah gue di Kebayoran, kalo sampe gue harus fitness di Gading, bisa garing krispy di jalan deh gue.

Setelah gue kasih tahu tempat kerja n tempat tinggal gue yang amat sangat jauh dari tempat fitness dia itu, sepertinya dia udah nggak napsu buat mendesak lebih jauh. Bagus lah.

Tapi dia belum mau menyudahi pembicaraan sampe gue merekomendasikan seseorang untuk ditawari membership di tempat fitness-nya.

Akhirnya dengan berat hati, dan dengan sangat TIDAK ikhlas, gue kasih dia nomor telepon Winy The Pooh. Hiks... maafkanlah ex-husband-mu ini wahai Winy. Tapi gue juga punya alasan sih merekomendasikan my loveliness ex-wife itu. Hehehe...

Alasan pertama, Winy The Pooh emang pernah ikut fitness. Siapa tahu aja dia emang punya niat untuk fitness lagi. Alasan kedua, kalaupun dia nggak mau ikut fitness lagi, gue yakin Winy The Pooh bisa lebih piawai untuk menolak tawaran si mbak itu. Wakakaka... (duh, gue beneran ex-husband yang tidak berbakti).

Hhh... gue maklum sih, si mbak itu memang hanya melakukan pekerjaannya, tapi aslinya gue punya 2 pertanyaan buat dia. Pertama, gue pengen tahu dari mana dia dapet nama n nomor telp gue. Bukan apa-apa sih, tapi penasaran aja gimana orang-orang telemarketing itu bisa dapet info-info nomor telepon calon customer.

Kedua, HARUS YA DIA TELPON DI JAM KERJA!!!!???

Menyebalkan... pas kita lagi kebakaran jenggot gitu malah ditelpon untuk membicarakan hal yang nggak penting. Menurut gue, mendingan para telemarketer itu harusnya dikasih jam kerja yang ada di luar jam kerja orang-orang lain. Kalo orang lain lagi kerja, mereka harusnya istirahat, jadi usaha mereka nggak ganggu kerjaan orang. Nah, pas orang lain lagi santai, mereka baru kerja dengan telpon-telpon kesana kemari. Kan enak tuh, orang lain nggak keganggu kerjaannya, sementara mereka juga jadi lebih kecil kemungkinan disembur sama orang yang ditelpon. Hehehe...

Tapi males juga sih ditelepon sama telemarketer pas lagi istirahat gitu...

Hmm... sepertinya memang lebih baik nggak usah ditelepon sama sekali aja kali ya? Hehehe...

Btw, ajaibnya, pas waktu lagi istirahat makan siang, gue n temen-temen ngobrolin tentang fitness-fitness dan juga para telemarketer-nya sambil makan siang. Eh, siangnya gue ditelepon sama telemarketer fitness. Panjang umur banget tuh telemarketer. Wakaka...

Tapi jadi kepikiran... semua temen-temen gue pasti mati ketawa kalo sampe gue ikut fitness kali ya? Huahaha... gue aja pengen ketawa, ngebayangin Burung Hantu Bengkak nan Oversize seperti gue main treadmill. Khikhikhi... udah persis seperti hamster kali ya?

Thursday, October 16, 2008

My Wedding

Suikoden II - Gothic Neclord - Kenji Yamamoto

Kemarin-kemarin Ibu Gajah dan Si Landak sudah membahas tentang bagaimana mereka ingin acara pemakaman mereka dilaksanakan. Gue sudah komentar-komentar di dalam blog mereka masing-masing, dan komentar gue udah cukup 'panjang', jadi gue males kalau harus nulis ulang apa yang sudah gue tulis di tempat mereka. Buat yang pengen baca-baca, silahakan ke BLOG IBU GAJAH YANG INI atau BLOG SI LANDAK YANG INI.

Oleh karena itu, sekarang gue ngomongin (bayangan gue tentang) perkawinan gue saja. Hehehe... Ibu Gajah sudah sempat membuat entry dalam blognya yang mengangkat tema mengenai her dream wedding. Di situ gue juga udah sempet komentar, cuman gue nggak ngomongin tentang my dream wedding.

Nah, sekaranglah gue akan membicarakan my wedding dream. Hahahaha...

Pertama-tama, seperti mayoritas cowok lainnya, gue lebih suka kalau acara perkawinan gue tuh yang simple-simple aja. Yah, cukup akad nikah, trus honeymoon, dan langsung kembali ke kehidupan normal. Gak usah pakai heboh-heboh, apalagi pesta-pesta. Ntar malah ribet, ya kan? Mendingan niru si landak aja, habis nikah (yang mana cuman ijab qobul doang), trus pasang pengumuman di koran dan blog bahwa gue udah menikah. Mungkin kirim SMS ke beberapa orang yang penting untuk memberitahukan berita itu.

Tapi... kalau gue melakukan itu, gue bakal dianiaya oleh banyak orang. Calon gue sendiri sih nggak keberatan mau nikah cara apa, yang penting sah agama dan pemerintah (that's why I love her!). Yang pasti keluarga bakal mencak-mencak nggak karuan, dan paling mengerikan adalah menerima kemurkaan temen-temen gue sendiri. *melirik perlahan-lahan ke arah Ibu Gajah, Ibu Paus, Anjing Langit, Nyamuk, dan Cucut*

Oleh karena itulah, akhirnya gue iseng-iseng mulai membayangkan. Kalau kira-kira gue HARUS bikin acara pernikahan yang cukup besar sehingga harus mengundang orang-orang banyak, akan seperti apakah acara itu jadinya?

WELL...!

Pertama: konsepnya pasti Jawa, secara gue orang Jawa dan calon gue juga orang Jawa (nama bokapnya aja HARYONEGORO, kurang Jawa apalagi coba?) Meskipun, kalo boleh memilih baju yang lain sih, gue udah punya desain sendiri di kepala gue. Bayangin yang cowok pakai bajunya Dumbledore dan yang cewek pakai baju McGonnagall. Hahaha... Ketahuan banget nggak sih kalau gue adalah salah satu fans Harry Potter yang berharap bahwa ada 'sesuatu' di antara Dumbledore dengan McGonnagall.

Kedua: gue maunya tuh acara adalah sekedar ekstensi dari acara Akad Nikah. Maksudnya, antara Akad Nikah dan Resepsi tidak terpisah. Begitu kelar Ijab Qobul langsung nyambung sama acara salam-salaman dan makan-makan. Jadi cukup satu kostum aja, nggak usah ganti-ganti, RIBET!

Ketiga: Gue BERSUKUR gue bukan orang Jogja. Baru ngebayangin baju penganten yang nggak pakai atasan itu aja udah bikin gue masuk angin. Wew... Sebaliknya gue agak mikir juga sih, karena beskap dan kebaya penganten Jawa Timur biasanya dibuat dari BLUDRU dengan warna gelap yang dipasangkan dengan kain jarit. Hhh... judulnya panas deh tuh. Tapi nggak apa-apa lah. Request gue cuman satu, beskap dan kebaya-nya harus berwarna BIRU GELAP. Gue nggak mau merah (sakit mata), hijau (norak), ataupun hitam (bosen). Ungu okelah, tapi tetap harus yang gelap, jangan ungu stabilo! Tapi tetep mikirin bahan bludrunya itu aja udah nggak kebayang gerahnya. Apalagi masih dilapisin satin, wew... tambah tebel deh. Tanpa satin? GATEL!

Keempat: ini yang paling penting! LAGU PROSESI MASUK SEBELUM AKAD NIKAH! Lagunya sudah gue pasang di awal blog ini, jadi silahkan saja di play sambil membaca tulisan berikut ini. Silahkan menit dan detik yang gue tuliskan dicocokkan dengan lagunya.

00:00 - 00:30 = Intro. Memberi kesempatan pada para tamu untuk membuka jalan buat penganten. Sekalian ngasih waktu pager bagus & ayu untuk berdiri di pos masing-masing.

00:30 - 01.10 = Penghulu beserta saksi-saksi memasuki ruangan.

01:10 - 01:21 = Jeda. Memberi waktu pada penghulu dan saksi untuk segera berdiri di posisi masing-masing, kalau mereka belum sampai di meja, bagian ini memberi warning pada mereka bahwa mereka harus berjalan lebih cepat! (yaolo... galak banget)

01:21 - 01.55 = Pengantin cowok (berarti gue ya? Hiks...) memasuki ruangan. Hieh... waktunya cuman 34 detik! Jalannya nggak boleh pelan-pelan tuh.

01:55 - 02:17 = Jeda. Ngasih waktu buat gue untuk berdiri di posisi yang ditentukan, sekaligus warning kalau waktu gue buat jalan sudah hampir habis.

02:17 - 04:23 = Nah sekarang the main event! Masuknya mempelai wanita dengan digandeng oleh bokapnya. Hehehe... Karena kainnya perempuan biasanya lebih ketat, jadi jalannya pasti lebih susah. Makanya gue sediakan waktu yang paling panjang.

Semuanya belum boleh duduk sampai lagu selesai, dan karena yang memimpin upacara adalah penghulu, maka begitu lagu selesai dialah yang mempersilahkan semuanya untuk duduk di tempat masing-masing.

Langsung Ijab Qobul (untuk menghindarkan para tamu dari rasa bosan, nasehat perkawinan diberikan secara privat sebelum acara berlangsung). "Saya terima nikahnya bla... bla... bla..."

Trus sudah deh, langsung dilanjutkan dengan segala acara adat, resepsi, dan makan-makan. Semuanya kembali seperti acara kawinan biasa. Hehehe...

Soal lagu yang harus dinyanyikan selama resepsi, gue juga udah ada beberapa request, yaitu:

1. Save The Last Dance - dinyanyikan oleh Landak
2. It's Hard To Say Goodbye - Dinyanyikan oleh Valen, duet dengan terserah siapa saja.
3. Claire Benediction - Dinyanyikan oleh semua anak PSUT yang hadir

Setelah 3 lagu itu, terserah deh, mau nyanyi apaan juga gue nggak complain. Mau Cucak Rowo kek, Macarena kek, SMS kek, Menghitung Hari kek, Kucing Garong kek, gue nggak keberatan. Toh ini kan pesta, semua orang yang merasa banci panggung silahkan memuaskan hasrat mereka masing-masing.

Karena temen-temen gue kebanyakan NARSIS, jadi sepertinya upaya melarikan diri dari mereka akan agak susah. Hmm... harus mempertimbangkan pemakaian kabut asap. Hehehe...

Well, nggak terlalu aneh kan? Gue cuman melakukan improvisasi di prosesi masuk-nya doang. Lebih dari itu, hampir nggak ada yang gue rubah.

Tapi dengan penyusunan seperti itu, mau nggak mau harus ada Gladi Resik ya? Biar penghulu dan saksi-saksi nggak keteteran pas di hari H-nya. Hihihihi...

Sekarang, yang gue pikirin cuman satu. Emangnya ada ya penghulu yang mau dikerjain seperti itu? Hieh... Harus berburu penghulu yang masih muda nih, biar masih mau diajak aneh-aneh. Kalo yang udah tua mah mana mau?

Yah, begitulah saudara-saudara sekalian pembahasan tentang my dream wedding. Hahaha... Lumayan lah buat ancer-ancer kalau memang sudah dekat waktunya. Sekarang mah gue mau santai-santai aja dulu. Siapa yang mau duluan, monggo... Hehehe...

Monday, October 13, 2008

Ketika Hak Berubah Menjadi Kewajiban

Your Mood Ring is Orange


Stimulating ideas

Daring

Full of desires

Mood Ring Generator

Salah satu perasaan yang paling nggak enak adalah, ketika lo harus melakukan sesuatu yang sebenarnya memang ingin lo lakukan, tapi lalu hal itu berubah menjadi sesuatu yang 'wajib' untuk lo lakukan. Perubahan status sesuatu itu dari sesuatu yang merupakan hak untuk dilakukan lalu berubah menjadi sesuatu yang wajib untuk dilakukan, membuat perasaan menjadi malas untuk melakukannya.

Yang jadi pertanyaan. Apakah kalau itu terjadi, lo akan tetap melakukan hal itu dengan senang hati?

Gue pribadi mungkin akan tetap melakukannya, tetapi melakukannya dengan senang hati? Mungkin nggak.

Ketika sesuatu berubah dari hak menjadi kewajiban, perubahan itu akan membawa konsekuensi. Yang mana artinya pada saat kita melaksanakan kewajiban itu, kita harus melaksanakannya sebaik mungkin.

Itulah yang membedakan antara hak dan kewajiban. Ketikan kita melaksanakan hak kita, kita hanya punya diri kita sendiri sebagai ukuran. Baik atau buruk, berhasil atau gagal, itu semua tergantung pada ukuran kita sendiri. Nggak perduli pendapat orang, selama kita puas, maka hal itu sudah baik. Itulah hak.

Tetapi kewajiban lain ceritanya. Kita harus melaksanakannya dengan memenuhi segala ukuran yang diharapkan oleh orang lain dari diri kita pada saat kita melaksanakannya.

Dengan perbedaan seperti itu, bagaimana mungkin perasaan yang mengikuti pada saat kita melakukan hal yang merupakan hak dan hal yang merupakan kewajiban bisa sama? Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Hhh... here I go again. Talking nonsense. Sepertinya gue cuman pengen menulis sesuatu saja.

Friday, October 10, 2008

Another One Is Getting Married




In a Past Life...



You Were: A Redhead Executor of Sacrifices.



Where You Lived: Germany.



How You Died: Decapitation.


Besok seorang teman gue, si Cucut, akan menikah dengan pria yang dipilihnya. Banyak hal sudah terjadi sejak gue pertama kenal sama dia sampai dengan saat dia akan menikah sekarang ini.

Beberapa di antara hal-hal itu bisa dibilang tidak menyenangkan, tapi banyak juga di antaranya yang akan digolongkan sebagai kenangan yang sangat menyenangkan.

Pertemanan atara gue dengan Cucut bisa digolongkan sebagai pertemanan yang dibentuk oleh nasib. Gue bilang begitu karena kalau dulu gue ngotot bertahan di kedokteran, atau nekat menunggu penerimaan mahasiswa baru di tahun selanjutnya demi bisa masuk psikologi, maka gue nggak akan masuk fakultas hukum, dimana gue bertemu dengan Rany.

Tapi keikhlasan gue masuk hukum juga belum memenuhi seluruh unsur yang diperlukan untuk bisa kenal dengan Cucut. Satu unsur lainnya adalah keisengan gue untuk tetep ikut ospek di fakultas hukum. Padahal gue sebagai anak lama di Universitas Tarumanagara sudah tahu kalau ospek itu nggak ada gunanya selain sekedar untuk bisa kenalan dengan teman-teman baru.

Sekali lagi, keputusan untuk ikhlas masuk hukum, dan juga ikhlas ikut ospek juga belum cukup untuk kenal dengan Cucut. Unsur yang terakhir adalah seorang temen gue yang bernama Sherli.

Waktu sedang ospek hari pertama, gue bertekat untuk nggak mementingkan gengsi dan mendorong diri gue sendiri untuk berkenalan dengan anak-anak lainnya yang juga ikut ospek. Sebenernya rada gengsi juga sih, karena anak-anak yang lain kan baru tahun itu lulus SMA, sementara gue udah ngerasain jadi mahasiswa selama 3 tahun. Jadi di atas kertas, gue adalah senior mereka. Tapi nggak ada gunanya mentingin gengsi di tengah-tengah ospek. Jadilah gue dengan cueknya kenalan sama anak-anak yang lain.

Entah kenapa gue milih untuk kenalan dengan Sherli. Padahal waktu itu ada banyak anak-anak lain di sekitar gue, tapi gue malah kenalan sama dia.

Seperti cerita yang biasa terjadi, teman selama ospek biasanya berlanjut menjadi teman kuliah. Itu juga yang terjadi antara gue dan Sherli.

Jadi, sejauh ini sudah ada 3 unsur, yaitu masuk hukum (meskipun ada pilihan lain untuk masuk fakultas lain), ikut ospek (meskipun gue nggak wajib ikut), dan berkenalan dengan Sherli (meskipun ada banyak pilihan untuk kenalan dengan orang lain). Setelah ketiganya lengkap, barulah gue bisa berkenalan dengan Cucut.

Hieh... capek nggak sih? Kesannya seperti main game aja. Kita harus ngumpulin berbagai macam unsur, barulah bisa ketemu dengan tokoh yang dituju.

Beberapa minggu setelah kuliah semester 1 di fakultas hukum (kalau nggak salah di minggu ke-2 atau ke-3), barulah gue diperkenalkan kepada Cucut oleh si Sherli.

Kesan pertama gue tentang Cucut adalah: CUNGKRING, KURUS KERING, PECICILAN, N BANYAK CERITA.

Hehehe... jahat deh gue. Tapi memang itulah kesan pertama gue tentang sang Cucut. Tapi siapa yang bakal ngira kalau ternyata dia akan menjadi temen gue selama 7 tahun terakhir ini? Hahaha...

Dan sekarang anak CUNGKRING, KURUS KERING (seperti cangcorang), PECICILAN, N BANYAK CERITA itu telah menjadi seorang wanita yang mempersiapkan perkawinannya. Besok seorang anak perempuan yang gue kenal sebagai anak yang nggak bisa diam, tomboy, n suka nekat itu akan menjadi istri orang.

Siapa tahu dalam beberapa bulan dia juga akan menjadi ibu? Hahaha... Kalau itu sampai terjadi, maka gue pasti bener-bener akan merasa sangat tua sekali.

Yah, semoga saja dia diberi kekuatan agar bisa menjalani posisinya sebagai istri. Yang gue tahu, ntah sampai kapanpun, bahkan nanti kalau kita sudah sama-sama tua, bahkan kalau dua udah punya cicit yang jumlahnya banyak-pun, di mata gue dia akan tetap menjadi temen gue yang CUNGKRING, KURUS KERING (seperti cangcorang), PECICILAN, BANYAK CERITA, TOMBOY, N SUKA NEKAT.

To Cucut: Keep tungtangtingting for ever!

Sunday, September 28, 2008

Facebook dan Kenangan Masa Lalu




Your Hawaiian Name is:



Bane Nahele



Gue baru merasakan kegunaan dari Facebook (yaolo... telat banget ya?). Gue emang udah beberapa bulan punya account di facebook, tapi selama ini ya cuman seneng kirim-kirim virtual gift ke temen-temen gue, mainan sama virtual pet, dll. Selama itu, gue nggak pernah kepikiran buat memperluas jaringan sosial gue.

Sampai...

Dua hari yang lalu tiba-tiba ada friend request dari seseorang yang bernama "YPK Wijaya".

Gue cuman bisa bengong liat nama itu. Nama itu membawa banyak banget memori dari masa lalu gue. Gimana nggak? 12 tahun hidup gue habis di sekolah yang bernama YPK Wijaya, pastilah memori gue udah sebejibun tentang nama itu.

Ternyata, ada seorang alumni YPK Wijaya yang membuat account baru di facebook dengan nama itu. Kelihatannya sih tujuannya untuk mengumpulkan semua alumni YPK Wijaya yang sudah tersebar ke sudut-sudut dunia ini.

Setelah gue approve-pun, gue masih nggak terlalu mengharapkan banyak. Karena toh mau gimana lagi? Gue aja udah lulus dari situ 11 tahun yang lalu, dan gue nggak pernah denger kabar dari temen2 lagi sejak itu. Parahnya lagi, tuh sekolah sudah nggak ada lagi sekarang. Gedung sekolah YPK Wijaya sekarang sudah berubah fungsi menjadi sebuah kampus. Hahaha...

Ternyata, surprise... surprise... besoknya ada seseorang bernama Andreanes yang minta gue add sebagai friend di facebook.

Sekali lagi gue ngerem. Kenapa? Karena Andreanes alias JABON (kepanjangannya tanya aja sama dia sendiri) itu adalah senior gue di SMU YPK Wijaya. Dia setahun di atas gue, dan dia juga senior gue di PasKib (IYE! Gue dulu anggota PasKib! Kenape? Keberatan? Grrr...)

Gue ikut PasKib di SMU sudah persis sama seperti waktu gue jadi anggota PaDus di Universitas. Segalanya gue curahkan untuk PasKib. Pokoknya belajar nggak boleh MENGganggu PasKib. Huahahaha...

Cuman melihat dia saja, rasanya kepala gue langsung diterpa oleh badai memori 3 tahun gue jadi anggota PasKib. Mulai dari dicemplungin ke dalam empang, lari-lari muterin sekolah dengan wajah coreng moreng dengan cat minyak, dijemur dari pagi sampai sore, latihan formasi tiap pulang sekolah sampai maghrib, berdebat tentang formasi yang dibuat, pokoknya semua memori langsung ciung... ciung.... ciung... beterbangan di kepala gue.

Ahhh... jadi kebayang, gimana rasanya jadi orang yang jadi alumni sekolahan yang sampai sekarang masih ada. Pasti enak ya? Tiap pengen nostalgia, tinggal main aja ke sekolah itu. Hahaha...

Gue nggak bisa seperti itu. TK gue waktu masih Nol Kecil sudah digusur sejak lama. Trus sejak TK Nol Besar sampai gue lulus SMU, gue terus sekolah di YPK Wijaya (nggak bosen2 ya?). Sejak YPK Wijaya dirubah jadi kampus, gue dan temen-temen gue jadi nggak punya tempat untuk bernostalgia.

Apa mungkin gue bawa kutukan buat sekolahan yang pernah gue pakai sebagai tempat belajar? Sekolah tempat gue belajar, semua digusur. Mungkin aja kan? Tapi apa bisa ya Universitas Tarumanagara dan Universitas Indonesia digusur? Wakakaka... gak mungkin banget. Kampus2 segede gaban gitu gimana cara ngegusurnya?

Bisa aja sih... kalo Indonesia diinvasi oleh Amerika, dan kampus2 gue semua jadi sasaran rudal dan hancur semuanya. Pasti mau gak mau harus tergusur. Wakakaka... jauh banget ngayalnya.

Hhh... banyak banget kenangan2 gue di sekolah itu. Tapi sayangnya jaman2 itu (1986-1998) belum ada kamera digital, sedangkan kalau pakai kamera biasa, film-nya mahal. Belum lagi kalau harus nyuci film dan nyetak fotonya. Wew... 50.000 ribu aja bisa habis kali (inget! 50.000 tahun 80an dan 90an nilainya sama seperti 450.000-nya jaman sekarang!)

Karena itulah gue sama sekali nggak punya foto-foto kenangan waktu gue SMA. Hiks... Sedihnya jadi orang yang nggak punya kenangan masa lalu (lebay mode - on).

Tapi bener tuh. Gue mungkin cocok jadi agen rahasia, karena gue sedikit banget punya foto kenangan masa lalu. Jadi kalo ada orang yang mau menyelidiki masa lalu gue, pasti rada kesulitan. Hehehe...

Duh... jadi ngelantur kan? Ntar deh, mungkin di postingan selanjutnya gue cerita tentang kenangan-kenangan waktu SMU. Hieh... sudah 11 tahun yang lalu men! I feel so old.

Tapi tunggu... 11 tahun lalu dari sekarang... hmm... berarti gue lulus SMU umur 16 ya? Baru nyadar gue.

Thursday, September 25, 2008

The "F" Word



You Are 100% Weird



You're more than quirky, you're downright strange.

But you're also strangely compelling, like a cult leader.

How Weird Are You?

Oh good Lord. Gue tahu kalau untuk beberapa orang, kata ini masih sangat sangat sangat sangat sangat kasar, tapi pas gue baca joke ini di sini, gue nggak bisa menahan diri untuk berbagi. Kalau ada beberapa poin yang sulit kelihatan lucunya di mana, silahkan periksa wikipedia. Wakakaka... So enjoy! (NB: gue paling suka sama nomor 5)

These are the only ten times in history the "F" word has been acceptable for use...

10. "What the @#$% was that?" -Mayor Of Hiroshima, 1945

9. "Where did all those @#$%ing Indians come from?" -Custer, 1877

8. "Any @#$%ing idiot could understand that." -Einstein, 1938

7. "It does so @#$%ing look like her!" -Picasso, 1926

6. "How the @#$% did you work that out?" -Pythagoras, 126 BC

5. "You want WHAT on the @#$%ing ceiling?" -Michelangelo,1566

4. "Where the @#$% are we?" -Amelia Earhart, 1937

3. "Scattered @#$%ing showers.... my ass!" -Noah, 4314 BC

2. "Aw c'mon. Who the @#$% is going to find out?" -Bill Clinton, 1999

And . . . drum roll . . . . .

1. "Geez, I didn't think they'd get this @%#*^ing mad." -Osama bin Laden, November, 2001

Nepotisme










How You Life Your Life





You seem to be straight forward, but you keep a lot inside.


You're laid back and chill, but sometimes you care too much about what others think.

You tend to have one best friend you hang with, as opposed to many acquaintances.

You tend to dream big, but you worry that your dreams aren't attainable.


.

Gue inget waktu jamannya reformasi baru mulai, semua orang alergi dengan singkatan KKN yang artinya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Sebegitu alerginya, sampai-sampai istilah lainnya yang memiliki singkatan KKN, seperti Kuliah Kerja Nyata, dirubah menjadi Kerja Praktek (KP). Itu istilah yang sekarang sering dipakai oleh mahasiswa jurusan tehnik dan desain sekarang ini. Sedangkan KKN untuk anak kedokteran sepertinya dihilangkan sama sekali, karena gue nggak pernah denger ada dokter yang sedang KKN. Sebagai gantinya, biasanya disebut sebagai Pengabdian. Hahaha... aneh-aneh saja.

.

Kembali pada KKN yang negatif. Gue kadang mikir, sekarang kan sudah ada KPK (Komisi Pemberantas Korupsi), tapi kok nggak ada KPN (Komisi Pemberantas Nepotisme) ya?

.

Well, tentang kolusi, itu sudah gue golongkan sebagai saudara kembar siam dari korupsi. Toh dua-duanya sudah pasti melibatkan uang kan? Atau paling nggak melibatkan keuntungan bagi orang-orang yang seharusnya tidak memperoleh keuntungan lebih dari pelaksanaan pekerjaan mereka (contoh: pegawai negeri).

.

Bagaimana dengan nepotisme? Yang gue ngerti, nepotisme maksudnya adalah mengangkat orang-orang seperti saudara-saudara kita sendiri, atau teman-teman kita ke kedudukan yang tinggi dengan tujuan untuk memperkuat kedudukan kita. Bener kan?

.

Yang gue nggak ngerti adalah... kalau memang begitu, lalu bagaimana membuktikan bahwa nepotisme memang telah terjadi? Kalau ada seorang Bupati yang mengangkat anaknya sendiri yang kebetulan sudah menjadi pegawai negeri sipil untuk menjadi asisten hariannya, apakah itu termasuk sebagai nepotisme? Kalau memang ternyata pegawai negeri lainnya di kabupaten itu semuanya oneng kecuali si anak itu, apa salah kalau si bupati itu menunjuk si anak untuk jadi asistennya?

.

Bagaimana kalau kejadiannya seperti di Argentina? Presiden Kirchener mempunyai wakil presiden yang tidak lain adalah istrinya sendiri, itu bagaimana? Apa termasuk nepotisme juga? Itu kan istrinya, kurang nepotisme apalagi coba? Sekarang malah si istri itu menggantikan suaminya sebagai presiden karena dia memenangkan pemilu. Apakah itu salah?

.

Sedikit banyak gue harus mengakui kalau nepotisme adalah sesuatu yang praktis. Dalam bekerja, kita perlu orang yang bisa kita percayai. Dimana lagi kita bisa mencari orang seperti itu kalau bukan di antara keluarga atau teman-teman kita sendiri, ya tho?

.

Tapi memang ada kekurangannya sih. Sejauh ini gue bisa melihat ada 3 kekurangan dari nepotisme.

.

Pertama adalah, karena orang bawahan kita itu adalah anggota keluarga atau teman, ada kecenderungan buat kita untuk tidak tega menghukum mereka saat mereka melakukan kesalahan. Kalau istri jadi bos, trus suami jadi bawahan melakukan kesalahan saat berkerja, pasti si istri mikir-mikir beberapa kali untuk marah-marah sama si suami, kan nggak lucu kalau pangkal permasalahan ada di dalam pekerjaan, tapi efeknya bikin keluarga tercerai berai. Sebaliknya juga begitu, kalau si suami melaksanakan pekerjaan dengan baik, si istri juga nggak bisa seenaknya memuji atau memberi hadiah karena bisa mengundang rasa iri dari pekerja yang lain. Meskipun si suami memang benar-benar berjasa, tapi jasanya itu jadi tertutupi oleh kenyataan bahwa dia adalah 'suami bos'.

.

Kekurangan yang kedua adalah nepotisme berpotensi menghalangi berkembangnya bakat-bakat baru. Kalau ada pegawai yang berbakat besar tapi bukan keluarga bos dan dia susah naik pangkat karena selalu dikalahkan oleh pekerja lain yang merupakan keluarga bos, tentu bakatnya tidak akan pernah berkembang kan?

.

Kekurangan yang ketiga tentu saja kekurangan yang paling dikeluhkan oleh para reformis, yaitu fakta bahwa nepotisme bisa dipakai untuk menutupi korupsi dan kolusi. Kalau gubernur, bupati, dan camat, semuanya besaudara, pasti gampang sekali menutupi permainan kotor seperti korupsi dan kolusi.

.

Haeh... susah juga ya ternyata? Mungkin memang benar apa dibilang oleh filsafat jawa, semuanya itu harus sa'madyo (sedang-sedang) saja. Kalau kita jadi bos, dan kita mengangkat seorang saudara kita dan seorang teman kita sebagai orang kepercayaan, gue rasa itu sah-sah saja, karena toh itu kan hak si bos. Tapi untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ya sisa kedudukan yang lain tetap diisi oleh orang lain yang memang cocok untuk duduk di posisi itu.

.

Lagipula, punya saudara atau teman dekat di tempat kerja kan ada keuntungan sampingannya. Kita jadi punya orang untuk menemani kita kalau kita harus lembur. Hahaha... Coba kalau orang lain, mana mau nemenin kita. Kalau sodara kan enak, dia berani nolak nemenin kita, gampang aja, tinggal coret aja dari surat wasiat kita. Mwahahaha... (tega mode - on)

Tuesday, September 09, 2008

Puasa

You are a Believer


You believe in God and your chosen religion.


Whether you're Christian, Muslim, Jewish, or Hindu...


Your convictions are strong and unwavering.


You think your religion is the one true way, for everyone.

What's Your Religious Philosophy?

Hmm... sudah masuk bulan puasa lagi ya? Hehehe... The one special month in a year.

Setiap orang muslim punya cara pandang sendiri-sendiri terhadap bulan puasa. Ada yang memandang sebagai kesempatan untuk beribadah dengan lebih baik dari bulan-bulan lainnya, ada yang menggunakan bulan puasa untuk lebih bisa mengendalikan diri (dan bahkan untuk diet), dan bahkan ada juga yang menganggap bulan puasa sebagai biasa-biasa saja.

Gue termasuk golongan yang suka memandang bulan puasa sebagai bulan untuk mencoba sesuatu yang out of the ordinary, lain dari yang biasanya. Bisa juga kan dilihat dari sisi itu?

Biasa kita makan 3 kali sehari (meskipun gue jarang makan pagi), begitu bulan puasa cuman makan 2 kali sehari, yaitu pas buka dan sahur. Kalau di bulan lain kita bisa dimarahin karena makan malam-malam (orang bilang bisa bikin gendut), tapi di bulan ini kita malah cuman bisa makan di malam hari, bahkan di tengah malam buta.

Kalau biasanya nggak punya alasan sering-sering ke mesjid, sekarang malah setiap malam diwajibkan ke mesjid buat tarawih. Kalau biasanya nggak punya kebiasaan makan tanpa desert, di bulan puasa bisa-bisa serumah demonstrasi kalau nggak ada kolak atau blewah. Hahaha...

Iya kan?

Bulan puasa bukan cuman mengajari kita bagaimana melawan hawa nafsu, tapi juga mengajari kita bagaimana caranya menghadapi perubahan. Hari ini kita masih makan di siang hari, besoknya kita sudah tidak boleh. Sementara begitu puasa selesaipun, perubahan itu juga masih terasa aneh. Biasanya kita nggak boleh makan siang-siang, begitu bulan puasa selesai kita malah harus sarapan dan makan siang. Adaptasi ekstrim kan?

Sebagai manusia kita nggak bisa lari dari perubahan. Perubahan harus dihadapi, dijalani, dan dijadikan bagian dari hidup kita. Itulah salah satu sisi bulan Ramadhan yang bisa gue tangkap, tapi sayangnya nggak pernah dibahas hehehe...

Semoga bulan puasa ini bisa membawa berkah untuk semua yang menjalaninya. Amin...

Thursday, August 28, 2008

My Power

Your Power Color Is Lime Green
At Your Highest:

You are adventurous, witty, and a visionary.

At Your Lowest:

You feel misunderstood, like you don't fit in.

In Love:

You have a tough exterior but can be very dedicated.

How You're Attractive:

Your self-awareness and confidence lights up a room.

Your Eternal Question:

"What else do I need in my life?"
What's Your Power Color?

Setiap menjalani wawancara kerja, cuman satu pertanyaan yang bikin gue panas dingin yaitu, "apa kelebihan kamu?"

Kalau gue boleh jawab "Bapak nggak lihat? Kelebihan saya ya berat badan saya." pasti hidup bakal jadi lebih indah, hehehe... Sayangnya kalau gue sampai berani menjawab seperti itu pasti langsung ditendang dari ruang wawancara.

Seriously though, gue bener-bener nggak tahu kelebihan gue sendiri. Bukan berarti gue bener-bener nggak punya bayangan tentang kelebihan diri gue sendiri, tapi gue cuman takut takabur kalau gue cukup PD untuk benar-benar menetapkan "Kelebihan gue adalah A, B, dan C."

Gue takut begitu gue berkata seperti itu, ternyata malah menjadi senjata makan tuan. Contohnya gue bilang "saya cerdas", tapi nggak tahunya begitu gue kerja malah gue sering melakukan kesalahan yang tergolong bodoh.

Atau lebih parah lagi, gue takut menjadi terobsesi dengan pernyataan gue sendiri karena kalimat yang penuh percaya diri itu bisa berubah menjadi "self suggestion" yang kalau diteruskan bisa-bisa malah jadi "self hypnosis" dan efeknya adalah gue akan berusaha menjadi sesuatu yang bukan sepenuhnya diri gue sendiri.

Contohnya gue bilang "saya supel", berapa persen kemungkinan bahwa gue akan pontang-panting menunjukkan kepada para atasan bahwa gue memang supel? Berkenalan dengan semua orang, rajin tebar pesona dengan ekstra, aktif di semua kegiatan kantor, dan lain-lain, padahal gue nggak sesupel itu. Akhirnya malah capek sendiri karena termakan oleh idealisme terhadap diri sendiri.

Huah... kok jadi teknis banget ya entry hari ini? Hehehe...

Tapi beneran, gue paling bengong kalo sampe dikasi pertanyaan itu. Mau jawab "saya sabar", ntar ternyata banyak orang ceroboh di sekeliling gue dan akhirnya gue ngamuk-ngamuk tiap hari. "Saya rajin" ternyata besoknya kena flu jadi nggak bisa kerja. Ribet kan?

Kadang kepikiran, mungkin gue mendingan jawab "Saya baik. Bukan yang terbaik, tapi baik."

Gue pengen jawab seperti itu karena 'baik' adalah sesuatu yang cenderung subyektif, jadi gue bebas menentukan standar kebaikan gue sendiri. Dan karena 'baik' adalah sesuatu yang positif, jadi sejelek-jeleknya kebaikan gue nggak mungkin negatif kan? Hehehe... licik ya?

Hhh... tapi ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan baik-baik, karena kalau nggak setiap wawancara pasti kelabakan sendiri. Hehehe...

Friday, August 08, 2008

Fly And Sadness

You Are a Pegasus

You are a perfectionist, with an eye for beauty. You know how to live a good life - and you rarely deviate from your good taste. While you aren't outgoing, you have excellent social skills. People both admire you - and feel very comfortable around you.
What Mythological Creature Are You?

Kalau bisa terbang seperti pegasus mungkin enak banget kali ya? Tapi meskipun enggak bisa terbang secara fisik, gue udah cukup puas kalau pikiran gue bisa terbang sebebas-bebasnya.
.
Salah satu kemewahan yang gue inginkan di dunia ini adalah supaya gue bisa tahu apapun yang gue kepengen tahu, bisa belajar semua yang pengen gue pelajarin. Itulah sebabnya gue cinta banget sama internet, karena dengan internet gue bisa baca banyak hal dan bisa tahu begitu banyak hal baru. Bahkan terkadang bisa berbagi tentang hal-hal yang sedang gue pikirkan (seperti sekarang ini gue lagi ngetik blog).
.
Kadang sedih banget rasanya kalo gue ngeliat buku yang kepengen banget gue baca, tapi nggak bisa karena terlalu mahal untuk dibeli, dan karena mahal buku itu juga nggak tersedia di perpustakaan.
.
Hahaha... hari ini kok rasanya semua yang gue pikirin lagi mellow ya? Yah sudah lah, nggak apa-apa juga kan? Yang penting jalanin aja semuanya dengan sebaik-baik yang kita bisa.

Thursday, August 07, 2008

Kudeta di Mauritania

Wikipedia, 7 Agustus 2008

"President Sidi Ould Cheikh Abdallahi of Mauritania is deposed in a military coup d'état."

Hhh... heran. Kenapa lagi banyak kudeta ya belakangan ini? Baru tahun kemaren ada berita kalo Thailand dikudeta, eh sekarang Mauritania juga ada kudeta. Kadang kalo denger berita seperti ini perasaan gue jadi enggak enak banget karena ngebayangin kemaren pas gue lagi enak-enak tidur ternyata di belahan dunia sana lagi ada kejadian seperti ini. Jadi bener-bener terasa kalo gue sebagai manusia emang nggak bisa tahu segalanya.

Kenapa ya negara-negara di Afrika kok sepertinya agak-agak beresiko tinggi untuk kena kudeta? Gue lumayan bersukur di Indonesia (yang katanya amburadul ini) cuman pernah terjadi 1 kali kudeta (yang resmi diakui) yaitu waktu G30S-PKI. Setelah itu paling juga waktu Gus Dur dicopot sebagai presiden, tapi itu juga nggak bisa dibilang kudeta juga sih karena yang mau nyopot adalah parlemen, jadi mau gimana juga.

Udah gitu seringkali yang melakukan kudeta adalah pihak militer. Ini gimana sih? Bukannya seharusnya militer itu justru yang melindungi dan menjaga pemerintahan yang sah ya? Kok sering kali malah mereka sih yang bikin kudeta? Haduh... jadi kebalik-balik deh semua

Mungkin emang Indonesia udah yang paling bener kali ya? Kita kan suka tuh punya presiden mantan Jendral, jadinya militer juga nggak enak kalo mau kudeta, lha wong yang dikudeta temen sendiri manalah mereka tega. Kalaupun tega juga ada rasa nggak enak-nya juga kali. Masa tentara makan tentara, hehehe...

Yah, mudah-mudahan aja ini nggak menular ke negara-negara lain. Terutama jangan sampe menular ke Indonesia lah. Toh menurut gue Indonesia juga udah nggak jelek-jelek amat kok, jadi jangan pake dikudeta-kudeta deh. Amit-amit...

Btw, Mauritania tuh ternyata gede juga lho. Kurang lebih 1/2 ukurannya Indonesia. Tapi kalo Indonesia ada laut di tengah-tengahnya, Mauritania tanah semua. Jadi yah kurang lebih ukuran tanahnya sama kali ya? Itu lebih bikin gue miris lagi. Negara segede itu kok bisa-bisanya dikudeta. Hhh...

Wednesday, August 06, 2008

Bahasa Jepang

You Should Learn Japanese

You're cutting edge, and you are ready to delve into wacky Japanese culture.From Engrish to eating contests, you're born to be a crazy gaijin. Saiko!

Iya nih, sebenernya gue udah lama banget pengen belajar bahasa Jepang. Tapi biasa lah, namanya gue seringannya segala sesuatu yang tidak bersifat wajib gitu pasti akhirnya cuman jadi sekedar 'kepengen' doang tapi nggak pernah dijalani.

Tapi alasan yang paling konkrit sih sebenernya karena gue udah keenakan sama bahasa Inggris. Hehehe... Satu bahasa ini aja udah bikin gue jarang keluar rumah karena jadi bisa baca macam-macam hal. Gimana kalo gue juga bisa bahasa Jepang? Jangan-jangan gue sama sekali nggak pernah keluar rumah.

Selain Jepang, gue juga kepengen sih bisa bahasa Arab. Cuman ngedengerin pronounciation-nya itu yang bikin gue rada ragu. Cengkok-cengkoknya itu lho.

Tapi kira-kira di usia gue sekarang (yaitu akhir 20-an), kira-kira masih bisa nggak ya gue belajar bahasa baru? Denger-denger semakin kita tambah tua, semakin sulit buat belajar bahasa yang baru. Mungkin bisa, tapi perlu waktu lebih lama daripada kalo anak-anak kecil yang belajar. Apalagi kalo udah bahasa dengan alfabet yang berbeda dari bahasa yang aslinya kita pelajari.

Itu juga faktor yang bikin gue ragu buat belajar bahasa Jepang. Ngebayangin berbagai macam aksara yang mereka punya aja udah mumet gue.

Tapi gue pribadi bener-bener suka ngedengerin mereka bicara. Bahasanya bagus, aksen n logatnya lucu (apalagi kalo mereka berusaha ngomong bahasa Indonesia), kebudayaannya juga lumayan oke. Hhh... kepengen bisa bahasa Jepang n jalan-jalan ke sana. Mungkin gue bisa langsung kalap kali ya? Semuanya dipotretin, hahahaha... Snappy

Kalo mau nurutin nafsu kemaruk gue, bahasa-bahasa yang pengen gue pelajarin adalah bahasa Jepang, Cina (gue pengen bisa baca literatur2 kuno Cina), Perancis (yah gimana ya? Namanya juga the language of love, hehehe), Itali (pengen bisa ngerti artinya lagu-lagu aria), Latin (kedengerannya cool banget), n Jerman (pengen bisa marah-marah pake bahasa Jerman). Kira-kira bisa nggak ya? Hiks...

Yah, untuk sementara ini gue puas-puasin dulu lah sama Bahasa Inggris. Hehehe... Indifference

Monday, August 04, 2008

I'm Einstien?


Wah... Ibu Gajah harus bertanggung jawab nih. Gara-gara dia ikut kuis tentang arti nama dia, gue jadi ikut-ikutan sampe ketagihan nih.

Ternyata banyak juga ya website yang nyediain kuis-kuis kecil-kecilan gitu. Jadi inget waktu masih SMP n SMA seringa ada kan kuis-kuis kecil-kecilan di majalah-majalah yang katanya bisa ngetes kepribadian kita (sekarang masih ada nggak ya?).

Yah, kali ini gue ikut tes "What Famous Leader Are You?" n hasilnya gue adalah Einstein, atau untuk lebih luas lagi, orang yang pemikirannya bisa menolong atau menghancurkan dunia.

Hihihi... sepertinya lucu juga kali ya? Gue punya pemikiran-pemikiran yang bisa menolong dunia atau menghancurkan dunia. Mungkin kalo mau gue nggak bisa bikin teori-teori fisika seperti Einstein, karena gue udah alergi sama angka-angka buruk rupa (padahal dulu gue anak IPA).

Mungkin aja ntar pemikiran gue bisa merombakstruktur kehidupan masyarakat. Hhh... mari ngayal bersama.

Kira-kira apa ya? Hmm... Yah, gue rasa itu masih rahasia masa depan. Hahaha...

Selama jangan sampe yang aneh-aneh aja deh. Jangan sampe gara-gara gue trus malah ada Perang Dunia ke-3. Amit-amit jabang bayi dah. Gue pencinta damai! Hidup perdamaian! Merdeka! (lho?)

Arti Nama




What Rhanindito Widodo Means



You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.

You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.

You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.



You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.

Success comes rather easily for you... especially in business and academia.

Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You're a strong person.



You are usually the best at everything ... you strive for perfection.

You are confident, authoritative, and aggressive.

You have the classic "Type A" personality.



You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.

You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.

You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.



You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.

You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.

You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.







You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row.

You are powerful and competent, especially in the workplace.

People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality.







You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life.

You tend to travel often, to fairly random locations. You're most comfortable when you're far away from home.

You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.



You are well rounded, with a complete perspective on life.

You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.

At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.



You are very charming... dangerously so. You have the potential to break a lot of hearts.

You know how what you want, how to get it, and that you will get it.

You have the power to rule the world. Let's hope you're a benevolent dictator!



Nah, selanjutnya gue mau ngasih comment tentang apa yang tertulis di situ. Ini adalah sebuah kuis yang (sepertinya) menganalisa kepribadian kita hanya dari nama kita saja. Gue nggak tahu caranya, tapi mungkin ada hubungannya dengan numerologi, tapi itu cuman perkiraan gue doang. So let’s get down to it.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to somethingkayanya baru mulai udah ngaco. Gue mungkin crazy untuk beberapa aspek, tapi wild dan huge rebel kok sepertinya nggak ya. Gue orangnya lempeng-lempeng aja kok, selalu play by the rules, jadi gue nggak tahu kok bisa jadi huge rebel. Mungkin satu-satunya yang rebelious dari gue adalah gue nekat serius di dunia hukum sementara keluarga besar gue semuanya ahli ilmu alam. Tapi udah, paling ya cuman itu aja lah. Tentang always up to something, ya pasti lah gue selalu up to something. Namanya orang hidup yang pasti ada up to something-nya. Mana ada makhluk hidup ngerjain sesuatu tanpa ujian, ya nggak?

You have a ton of energy, and most people can’t handle you — Ini nggak pas. Gue orangnya seneng santai-santai n tidur kalo nggak ada kerjaan. Jadi kayanya bagian ini bener-bener off.

You’re very intenseIntense apanya nih? Kalo soal makan, emang iya gue intense, terutama kalo gue lagi stress, pasti intense banget. Huahahaha… Tapi serius, gue nggak ngerti maksud intense di sini, tapi kayanya gue nggak begitu orangnya.

You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun. — Okay… yang ini udah bener-bener ngaco. Dari kecil gue tuh paling gampang ngurusnya. Tinggal dikasi komik Asterix atau Tintin pasti udah langsung anteng. Gampang kan? Hehehe… Tentang trouble juga gue nggak ngerti, gue kan alim (aaaarrrgggghh - digebukin temen-temen). Beneran, gue sebisa mungkin nggak bikin masalah kok, buat apa juga? Nggak ada untungnya juga bikin-bikin masalah.

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out. — Ini mungkin 60% bener. Meskipun gue yakin menurut temen-temen gue kata amazing di sini bisa diartikan scary. Kalo nggak percaya, tanyakanlah pada Ibu Gajah dan Landak. Huahahaha…

Success comes rather easily for you… especially in business and academia. — Uuummm… rangking 27 dari 30 anak waktu kelas 3 SD, n mundur dari fakultas kedokteran karena IPK yang menyedihkan, sepertinya kalimat ini juga nggak pas sama gue.

Some people find you to be selfish and a bit overbearing. You’re a strong person.Selfish… hmm… mungkin bisa dikatakan begitu, karena gue emang menikmati my private time, jadi mungkin hal itu bisa dikategorikan sebagai selfish. Overbearing… mungkin, karena nggak semua orang bisa terima pola pikir gue. Soal strong, ini bener untuk hal-hal seperti makan dan tidur, kalo itu sih iya, gue strong banget.

You are usually the best at everything … you strive for perfection. — Ngaco lagi. Gue nggak pernah jadi the best of anything. Gue biasa-biasa aja kok di segala bidang (kecuali ukuran badan). Strive for pervection, mungkin aja. Tapi itu juga umum buat semua orang kan? Siapa sih yang nggak pengen dapat hasil yang sesempurna mungkin dari apa yang mereka kerjakan?

You are confident, authoritative, and aggressive.Confident mungkin bukan kata yang pas, yang pas adalah nggak tahu malu, hehehe… Authorative? Nggak banget, gue lebih menikmati jadi orang di belakang layar daripada jadi orang yang memimpin di depan. Aggressive? Sekali lagi hanya berlaku untuk hal-hal yang berhubungan dengan makanan.

You have the classic “Type A” personality. — Yup, gue orangnya emang happy go lucky. Semuanya dijalanin dengan semangan santai, alon-alon asal kelakon. Btw, golongan darah gue emang A sih.

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people. — Uhh… kayanya ini harus orang lain deh yang menilai. Mana bisa gue menilai diri gue sendiri wise apa nggak. Tentang dunia, gue juga nggak yakin, karena gue blom pernah (dan gue harap nggak akan pernah) melihat sisi terburuk dari wajah dunia ini.

You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts. — Ini gue setuju banget. Huahahaha… silahkan baca-baca saja novel-npvel tulisan gue yang gue posting di blog gue. Silahkan dibaca, udah gue link di blog ini kok. (sekalian promosi)

You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals. — Dulu iya, tapi sekarang udah under strict control kok. Tapi efeknya gue malah sering nggak bisa nangkep signal2 dari orang lain. Huhuhu…

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing. — Ini mungkin iya. Tapi kalo orang di sekeliling gue udah excited duluan, biasanya gue malah tenang-tenang aja. Sebaliknya kalo orang lain tenang-tenang aja, gue malah excited. Hehehe…

You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don’t stick with any one thing for very long. – Ini bisa aja terjadi sih. Tapi kalo gue emang bener-bener suka sama sesuatu, gue malah nggak bisa bosen. Tapi kalo cuman hobi yang asal lewat aja sih iya, gue emang gampang bosen.

You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start. — Kalimat pertama bener. Gue emang suka grusa grusu, semua harus sebisa mungkin selesai dengan cepat. Tapi kalimat kedua 50% benar. Kalo emang gue susah untuk komit dengan satu hal sampe selesai, sepertinya blog tulisan gue nggak ada yang pernah selesai dong.

You are balanced, orderly, and organized. You like your ducks in a row. — Kok gue malah bingung ya? Kalimat-kalimat sebelumnya ekstrim-ekstrim banget, tapi kalimat yang ini malah bilang kalo gue balanced. Jadi yang bener yang mana? Orderly dan Organized, emang bener. Untuk hal-hal yang penting buat gue, gue lebih suka kalo mereka teratur. Tapi kalo untuk hal lainnya… buat apa dibikin teratur? Hehehe (males mode - on)

You are powerful and competent, especially in the workplace. — Amin… semoga memang begitu. Huahaha…

People can see you as stubborn and headstrong. You definitely have a dominant personality. — Aduh aduh… ngaco lagi kan? Gue kan orangnya manut wae, nggak neko-neko. Kaya gitu kok dibilang stubborn dan headstrong? Udah gitu dibilang dominan lagi. Emangnya gue dominan ya?

You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life. — Oh, kalo ini bener sekali. Kalo nggak ada yang dipikirin, yang ada malah gue bengong n gak lama stress deh. Mending mikir kan?

You tend to travel often, to fairly random locations. You’re most comfortable when you’re far away from home. — Ini ngaco! Gue anak rumahan banget! Nggak mungkin gue bisa comfortable di tempat yang jauh dari rumah. Kalo nggak gara-gara gue punya temen yang ngajakin jalan, mungkin gue bakal nangkring di rumah seumur hidup gue.

You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble. – Iya ya, gue emang gampang tergoda, tapi hanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan makanan dan barang-barang elektronik. Hehehe…

You are well rounded, with a complete perspective on life. — Oh iya, gue emang well rounded. ROUNDED BANGET! Saking rounded-nya sampe badan gue ikut-ikutan round. Hiks… Complete perspective on life mungkin nggak, atau belum. Gue belum bisa memandang garis besar dunia ini kok.

You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you. — Gue nggak tahu gue udah seperti itu atau belum, tapi gue berusaha untuk menjadikan hal-hal itu sebagai salah satu kwalitas gue.

At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself. — Ini bener. Gue kadang terlalu serius menghadapi masalah. Gue harus belajar lebih santai menghadapi masalah, jadi gue bisa ngeliat segala hal dengan lebih jelas.

You are very charming… dangerously so. You have the potential to break a lot of hearts. — Howeekkkk!!! Charming dari HongKong! Huahahaha… Tentang breaking hearts, ini juga ngaco. Yang ada gue mulu yang kena heart break.

You know how what you want, how to get it, and that you will get it. – Kadang begitu, tapi terkadang juga nggak. Contohnya sekarang ini, gue nggak tahu mau ngapain. Hehehe…

You have the power to rule the world. Let’s hope you’re a benevolent dictator! — Huahahaha… BOW BEFORE ME MY LOYAL SUBJECTS! (nggak mungkin banget)

Huahahaha… inilah hasil dari ikut-ikutan sama Ibu Gajah. Tapi sayangnya nggak seperti punyanya ibu gajah yang banyak benernya, punya gue ini kok malah melenceng kemana-mana ya? Terutama yang aleniah terakhir. Gue CHARMING? Charming dari HongKong? Break a lot of hearts? Kayanya yang ada gue mulu deh yang heart broken. I have the power to rule the world? I wish! Gue aja nggak bisa ngatur kamar gue sendiri, ini kok disuruh ngatur dunia, yang ada hancur semua. Huahahah…

Yang tentang travel juga ngaco. Gue orang rumahan banget, tapi kok dibilangnya suka travel. Udah gitu dia bilang kalo gue paling seneng kalo lagi jauh dari rumah, TEEEEETTTT…! Salah banget, gue paling suka nangkring di sarang gue sendiri.

Oh well, namanya juga cuman game, jadinya gak heran lah kalo banyak ngaconya. Huahahah… Tapi herannya punya Ze kok banyak benernya ya? Oh well, that’s the mystery of the game.